Sylvia Angelika adalah Psikolog Klinis lulusan dari Universitas Tarumanagara. Sylvia memiliki ketertarikan dalam bidang emosi, kecemasan, depresi, serta stres. Dengan pengalamannya praktik, Sylvia menangani kasus yang berkaitan dengan masalah dalam hubungan romantis, support system, stres, regulasi emosi, kecemasan, depresi, dan permasalahan psikologis lainnya.
Agnes adalah seorang psikolog klinis, lulusan dari Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Agnes percaya bahwa kesuksesan maupun kegagalan bukanlah akhir segalanya, namun keberanian untuk melanjutkan kesuksesan serta bangkit dari kegagalan adalah hal yang lebih penting untuk seseorang berkembang. Hal inilah yang terus mendorong saya untuk selalu terbuka terhadap setiap tantangan baru.
Ayzha adalah seorang psikolog klinis lulusan dari Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta. Ayzha sangat memegang teguh prinsip “feel what you feel until what you feel is healed”. Hal tersebut dikarenakan ia percaya bahwa jika seseorang berusaha memahami dan berkata jujur terkait perasaannya. Maka, secara perlahan ia dapat berdamai dengan perasaannya dan dapat menyelesaikan masalahnya.
Fani adalah seorang Psikolog Klinis, lulusan dari Universitas Islam Bandung. Fani memiliki ketertarikan menangani masalah yang berkaitan dengan Perempuan dan Kekerasan ; baik pada remaja maupun dewasa. Agar bisa berkembang, dibutuhkan keberanian untuk bisa keluar dari zona nyaman dan menantang diri untuk bisa keluar dari zona aman. Fani yakin, untuk bisa membantu orang lain, dibutuhkan hati yang terkoneksi dan empati.
Farica adalah psikolog klinis lulusan dari Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Farica meyakini bahwa “Ketika kita terbuka dengan kemungkinan baru, maka kita akan menemukannya”. Hal tersebut membuat Farica percaya dengan adanya harapan, keinginan, dan usaha maka seseorang bisa mencapai berbagai hal dalam hidupnya.
Devina adalah seorang psikolog klinis, lulusan dari Universitas Tarumanagara. Menurut Devina,"Dari keberanian timbul kebahagiaan" . Prinsip itu dipegang teguh oleh Devina, dimana ia percaya bahwa untuk mencapai kebahagiaan, seseorang harus berani menghadapi dan menyelesaikan masalah, bukan menghindarinya.
Jessica adalah seorang psikolog klinis dewasa, lulusan dari Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. “Jangan lelah untuk belajar mengenal & mengembangkan diri sendiri”. Jessica meyakini bahwa pengenalan dan pemahaman akan diri menjadi awal yang baik untuk menumbuhkan kedewasaan, kebijaksanaan, dan kedamaian.
Khansa adalah Psikolog Klinis yang menyelesaikan pendidikan magister psikologi profesi di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Baginya, setiap pencapaian dalam hidup layak untuk diperhitungkan, termasuk menyadari dan memutuskan untuk menghadapi masalah yang sedang dihadapi sebagai bagian dari proses.
Tyas adalah lulusan psikolog klinis dari Universitas Tarumanagara. Tyas percaya bahwa setiap anak hadir dengan kelebihan serta keunikannya masing-masing sebagai potensi yang dapat dioptimalkan. Tyas percaya bahwa peran orang tua dalam membersamai tumbuh kembang anak menjadi sangat penting untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal.
Sofia berprofesi sebagai psikolog klinis yang lulus dari Program Studi Magister Profesi di Universitas Tarumanagara. Saya meyakini bahwa setiap manusia memiliki potensi kebaikan dalam dirinya. Adakalanya, klien maupun orang disekitarnya kesulitan untuk menemukan kebaikan tersebut sehingga memerlukan pendampingan dalam menemukan dan mengoptimalkannya.