#

Menua dan Kesejahteraan Mental

#admin 08 June 2023

Oleh : Agnes Nugrawati Salim, M. Psi., Psikolog

Proses penuaan atau bertambah tua merupakan sebuah proses yang bersifat multifaktor, artinya, proses ini dapat mempengaruhi tubuh seseorang dalam setiap tingkat serta berdampak pada terjadinya perubahan biologis maupun psikologis. Berbicara terkait proses penuaan, tentunya tidak terlepas dari konsep usia. Banyaknya perkembangan jaman dan teknologi, terutama yang berkaitan dengan intervensi medis, juga berkaitan dengan tingkat harapan hidup seseorang yang semakin meningkat seiring berkembangnya ilmu kesehatan medis.

Meningkatnya usia harapan hidup ini mengarah pada berbagai hal, khususnya yang berkaitan dengan persepsi akan usia. Seseorang dapat memiliki pandangan bahwa dirinya lebih muda atau lebih tua dibandingkan usia yang sebenarnya, dan persepsi ini disebut juga dengan subjective age. Berbagai penelitian mengatakan bahwa subjective age dapat mempengaruhi pemilihan perilaku dan tingkat kesejahteraan hidup seseorang. Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa seseorang memiliki kecenderungan untuk merasa lebih muda dibandingkan usia yang sebenarnya. Namun, kecenderungan tersebut juga berkaitan dengan lingkungan dan budaya tempat seseorang tinggal. Pandangan ataupun stereotipe dari masyarakat terkait kapasitas dan keberfungsian lansia dapat mempengaruhi produktivitas dan kesehatan dari lansia tersebut secara negatif.

Subjective age merupakan hal yang penting dalam proses penuaan yang sedang terjadi pada seseorang. Hal ini dikarenakan pandangan akan usia dirinya dapat mempengaruhi kesehatan fisik, perilaku, kapasitas kognitif, dan kesehatan mental seseorang. Misalnya:

  1. Seseorang dengan subjective age sama atau lebih muda dari usia sebenarnya memiliki kesehatan otak yang lebih baik dan terhindar dari berbagai penyakit karena penuaan.
  2. Pengalaman stress dan rasa takut akan kematian dapat meningkat pada orang dengan ,subjective age lebih tua.
  3. Subjective age yang lebih muda dapat meminimalisir resiko depresi dan peningkatan kesehatan mental.

Depresi merupakan salah satu dari masalah kesehatan mental yang paling umum terjadi dan bisa dialami seseorang kapanpun dalam rentang kehidupannya. Tidak hanya kesehatan mental, namun depresi juga bisa menyebabkan peningkatan kortisol sehingga sistem imun menurun. Sayangnya, lebih dari setengah kasus depresi terjadi pada seseorang diusia tuanya. Ditambah lagi, orang dengan depresi juga sering memiliki perasaan cemas dan ketakutan yang tinggi, sehingga memperparah kondisi kesehatan mentalnya. Studi longitudinal menunjukan bahwa semakin tua subjective age dapat meningkatkan kemungkinan munculnya gejala depresi. Sebaliknya, subjective age yang lebih muda dapat meminimalisir secara signifikan kemungkinan gejala depresi. Maka dari itu, bagaimana pandangan seseorang terhadap usianya dapat mempengaruhi kondisi kesehatan mentalnya.
Selain depresi, subjective age juga dapat dikaitkan dengan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Fungsi kognitif. Subjective age dapat mempengaruhi keberfungsian kognitif seseorang dan berasosiasi dengan tingkat demensia serta sistem saraf.
  2. Ciri kepribadian. Seseorang dengan subjective age lebih muda cenderung lebih terbuka, lebih taat, dan mudah bersosialisasi.
  3. Kematian. Tingginya resiko kematian dapat berkaitan dengan subjective age yang lebih tua pula.
  4. Kepuasan hidup. Seseorang yang secara psikologis merasa lebih muda, cenderung lebih puas dengan kehidupannya.

Seluruh penjabaran di atas menunjukkan bahwa subjective age merupakan hal yang penting bagi kesehatan individu, baik biologis maupun psikologis. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara-cara yang bisa dilakukan agar individu memiliki proses penuaan yang sehat.
Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Memperhatikan kesehatan fisik. Dengan menjadi lebih sehat, diharapkan dapat memperlambat proses penurunan yang dialami akibat penyakit degeneratif. Beberapa contoh yang aktivitas yang dapat dilakukan adalah berolahraga, memilih makanan dengan bijak, meningkatkan kualitas tidur, berhenti merokok, alkohol, dan narkotika, serta emeriksakan kesehatan mental secara rutin
  2. Mempedulikan kondisi mental. Kesehatan mental dapat berkaitan dengan kualitas hidup secara keseluruhan. Mengolah rasa kesepian, stres, depresi, dan mood merupakan kunci untuk mencapai penuaan yang sehat, melalui beberapa cara berikut:
  1. Mencari kelompok sosial dan sering melakukan interaksi sosial
  2. Melatih praktik meditasi
  3. Menulis jurnal untuk mengidentifikasi pemikiran negatif
  4. Melakukan hobi dan aktivitas santai

Menua dengan sehat merupakan hal yang penting untuk dimiliki individu. Namun, tentu proses menuju penuaan yang sehat tidak selamanya mudah. Jadi, kalau Anda atau lansia disekitar Anda mengalami permahasalan yang mengganggu terkait proses penuaan, segera konsultasikan dengan tenaga profesional ya.